Guliang Kangin — Desa Adat Guliang Kangin kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian adat dan budaya melalui penyelenggaraan Pelatihan Uparengga bagi peserta pasraman, yang berlangsung selama satu bulan pada tahun 2025. Kegiatan ini difokuskan pada pembinaan generasi muda agar memiliki keterampilan dalam membuat sarana upacara dan upakara sebagai bagian penting dalam kehidupan religius masyarakat Bali.
Pelatihan ini diikuti oleh para peserta pasraman yang dibimbing secara langsung oleh tenaga pembina yang berpengalaman di bidang pembuatan banten dan sarana upacara. Selama pelatihan, peserta diajarkan berbagai teknik dasar hingga lanjutan dalam merangkai dan menata uparengga, mulai dari pemilihan bahan, bentuk, hingga tata cara penyajian yang sesuai dengan pakem adat dan nilai-nilai agama Hindu.
Selain keterampilan teknis, peserta juga diberikan pemahaman mengenai makna filosofis dan simbolis dari setiap sarana upakara yang dibuat. Hal ini bertujuan agar generasi muda tidak hanya mampu membuat, tetapi juga memahami nilai sakral serta fungsi dari setiap komponen dalam pelaksanaan upacara yadnya.
Bendesa Adat Guliang Kangin menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya regenerasi dalam menjaga keberlanjutan tradisi. Dengan adanya pembinaan sejak dini, diharapkan generasi muda dapat menjadi pelaku utama dalam pelaksanaan upacara adat di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, Desa Adat Guliang Kangin berharap keterampilan membuat uparengga dapat terus diwariskan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat jati diri budaya serta meningkatkan rasa tanggung jawab generasi muda terhadap pelestarian adat dan tradisi Bali.