Guliang Kangin, 31 Januari 2026 — Dalam upaya melestarikan warisan budaya leluhur, Desa Adat Guliang Kangin menyelenggarakan kegiatan Nyastra Bali, yaitu pelatihan membaca dan menulis Aksara Bali, pada hari Sabtu (31/01). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi bahasa dan aksara Bali di tengah perkembangan zaman.
Pelatihan ini diikuti oleh generasi muda desa dengan antusias, sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Para peserta dibimbing secara langsung oleh Penyuluh Bahasa Bali dari Desa Tamanbali, yang memberikan materi dasar hingga praktik membaca dan menulis Aksara Bali secara sistematis dan mudah dipahami.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya diajarkan teknik membaca dan menulis, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya Aksara Bali sebagai identitas budaya serta media dalam berbagai kegiatan adat dan keagamaan di Bali. Dengan pendekatan yang interaktif, kegiatan ini mampu meningkatkan minat dan semangat belajar para peserta.
Bendesa Adat Guliang Kangin menyampaikan bahwa kegiatan Nyastra Bali ini merupakan salah satu langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan budaya Bali, khususnya di kalangan generasi muda. Diharapkan melalui pelatihan ini, Aksara Bali tidak hanya dikenal, tetapi juga digunakan secara aktif dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan Nyastra Bali ini, Desa Adat Guliang Kangin menegaskan komitmennya dalam pelestarian bahasa, aksara, dan budaya Bali sebagai bagian dari jati diri dan warisan luhur yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.